personal · thoughts

Tentang 2016

Assalamu’alaikum.

Kemarin-kemarin saya sudah berencana untuk tidak akan menulis apapun tentang yang saya lalui pada 2016. Melihat teman-teman posting di social media tentang kesuksesan mereka pada tahun lalu membuat saya sedih dan berkecil hati.

Tahun 2016 adalah tahun kesedihan bagi saya, well that’s what I thought, until recently. ada 366 hari di tahun 2016, 75%nya mungkin saya lalui dengan tangis, haha lebay.Awal tahun sudah dihadapkan dengan masalah-masalah murid  yang membuat saya kalut bukan main. Marah, sedih, kecewa, iba, tapi apalah daya saya. I felt useless, so useless.

Kemudian memutuskan resign, sedih sekali rasanya akan meninggalkan murid-murid. Masih ingat benar ketika partner saya akhirnya ngasih tahu murid-murid kalau saya tidak akan bersama mereka di next academic year, dan mereka bertanya “miss kenapa mau keluar? miss ga sayang kita lagi ya?” Nangis lagi….

Datok meninggal, disusul Opanya fira – runi, kemudian Nenek, dalam waktu 2 minggu.

Bulan Juni datang, saya belum punya pekerjaan baru.

Bulan Agustus, saya tidak lulus masuk s3. Kemudian pengangguran. Berteman terus dengan kegagalan, merasakan sakitnya penolakan. Hubungan yang memburuk dengan orang tua. Depresi. Iman naik turun, lebih banyak turunnya.

..dan sekarang Januari….

kemarin saya membaca blognya Paulo Coelho, cukup singkat,tapi mampu menghangatkan hati..judulnya

10 sec reading: My wife and the burnt light

My wife and I were reflecting on the past year, whilst dining at a restaurant.

I started to complain about something that hadn’t happened the way I wanted it to.

My wife focused her attention on a Christmas tree that someone put there. I thought that she wasn’t interested in the conversation, so I changed the subject:
“This tree has a beautiful illumination”?, I said.

“Yes, but if you look carefully you can see one burnt light among dozens.
“ It seems to me that instead of thinking of this year as dozens of enlightened blessings, you chose to look at the one light that did not glow”

kemudian saya berpikir, iya juga ya, kok saya malah fokus ke yang jelek, sementara lupa banyaknya nikmat Allah yang saya terima dalam 366hari tersebut.

alhamdulillah saya masih hidup, sehat,mampu ibadah, masih dalam nikmat islam. Alhamdulillah orangtua masih sehat, masih mendo’akan saya, masih menyayangi saya. Alhamdulillah punya adik yang selalu bisa diandalkan, Alhamdulillah masih bersilaturrahmi dengan keluarga besar bapak,ibuk dan ummi.

Alhamdulillah masih punya rizqi, punya tempat tinggal yang layak,pakaian yang bagus, masih bisa makan enak, masih bisa minum karena air masih melimpah.

alhamdulillah masih bersama maung,meski gabisa terlalu sering ketemu,percayalah kujumpai maung dalam do’a do’aku.
alhamdulillah sering bersama nilam dan ayu. alhamdulillah punya teman berbagi.

alhamdulillah saya dan teman-teman terdekat selalu sepemahaman, terutama dalam soal aqidah, alhamdulillah.

alhamdulillah masih bersama kak ega dan kak melti.

Terus alhamdulillah ngerasain banget apa yang disebutkan dalam hadits ini

“Allah tidak akan memberikan rezeki kepada hamba-Nya yang mukmin, kecuali dari arah yang tiada disangkanya” (H.R. Al-Bayhaqi)”

Yang mana saya dapat motor dari acara reunian SMA. Gratis,tis. STNK dan BPKB diurusin. Saya tinggal ambil. Sungguh senior-senior itu baik sekali. alhamdulillah. Kalaulah hari itu ayu ga ngajakin, kalaulah hari itu kelas KIEI ga dibatalin,kalaulah hari itu Aik ga ngeyakinin saya untuk dateng,akan gimana jadinya. Caranya Allah dalam mendatangkan sesuatu emang ga akan bisa dinalar manusia. :’)

Kesimpulannya, apa ya, insyaa Allah selalu ada hikmah dari tiap kejadian, insyaa Allah selalu ada ganjaran dari setiap ujian.

Saya tutup dengan terjemahan dari surat Al-Hadid,ayat 20

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu” (QS. Al Hadid: 20)

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

daily life · personal

Feb 1

Assalamu’alaikum

It’s feb2016 already!!! 

Earlier in the morning, I did e-comm as the part of initial grading with Mr. Su. Mr. Patrick was the interviewer, he’s really fun to talk to, and I like his voice. I did pretty well,alhamdulillah.

Later,Nicole told me that the kids were curious when I left the class, Nicole told them what happened,and the best part is, she said that the kids said I’ll be fine, I’ll do good, the kids have faith in me. That’s so sweeett,thanks kids 😊☺️

So our AC broke for the million-th time I think, it’s blowing hot air,which is pretty scary, so we moved to new class, temporary. It has nothing in it,but very cold, the kids like it,but I don’t. Hopefully we’ll be back to 6-7K class like real soon.

That’s all I can tell now, because I’m super sleepy (it’s not even 9pm yet). Bye.

personal

What now?

Assalamu’alaikum

Ga terasa sekarang sudah bulan maret,berarti sudah hampir 70 hari berlalu setelah saya lulus sidang tesis. Beberapa saat setelah wisuda, pertanyaan-pertanyaan yang datang biasanya berbentuk “apa nih rencana selanjutnya?” atau “mau kerja dulu, nikah apa lanjut S3?”, dan kebanyakan dari pertanyaan-pertanyaan itu akan saya jawab dengan “mau nikmatin hidup dulu” dan “pengennya sih santai-santai dulu”.

Kemudian hari-hari pun berlalu, pertanyaan pun berganti dengan “sibuk ngapain sekarang?” atau “sekarang kegiatannya apa?”. Jawabannya, tentu saja tidak sibuk apa-apa,kenyataannya saya pengangguran terbuka, belum punya penghasilan, dan belum niat cari kerja. ihik x)

Tentu saja saya sudah apply ke beberapa perusahaan pakai akun jobstreet, dan sejauh ini belum ada panggilan tes atau wawancara. Belakangan baru saya sadar, saya belum isi data jobstreet saya,yang ada cuma nama dan jurusan kuliah saya, haha, bodoh ya? iya!. Tapi, mungkin memang belum rejeki saya.

So, what now?. Saya ingin punya pekerjaan tentu saja, punya penghasilan sendiri biar bisa meringankan beban bapak. Bapak sepertinya khawatir mengapa saya belum mendapatkan pekerjaan, dan selalu mendo’akan agar saya segera mendapatkan pekerjaan. Saya percaya Allah pasti akan mengabulkan do’a bapak dengan cara yang terbaik menurutNya 🙂

Anywayyy…saya dan adek pindah rumah kontrakan lagi~ yeayyy.

Rumahnya lebih kecil dari rumah lama, tapi jauh lebih menyenangkan,hehe, Alhamdulillah 🙂

All in all, alhamdulillah dan insyaa Allah saya ga insecure dengan keadaan saya sekarang. Allah sudah punya rencana maha sempurna untuk tiap makhluknya, jadi kita hanya bisa berserah diri.

Buat saya sendiri, mungkin masih bisa usaha lagi, keinget kemarin ketemu sepupunya ummi yang cerita kalau dia dulu waktu baru lulus kuliah harus nyebar lamaran 80 kali dulu sebelum akhirnya ada perusahaan yang nerima dia. Yosh, semangaat! 😀

Ngomong-ngomong tulisan kali ini dibikin dalam rangka mendisiplinkan diri sendiri untuk menulis di blog setidaknya satu postingan sehari, seperti gerakan one day one writing itu. Mudah-mudahan bisa terlaksana deh. Bismillah 🙂

Akhirul kalam, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙂

personal

To be tidy

Assalamu’alaikum 🙂

Well,most of the close friends already know that I have a very messy nature. I was so and am untidy and unorganized, so naturally my room and house will be terribly messy,and the friends will react like they know so well that there is no way my room would be tidy,clean and smells good, while holding a disgusted look on their face,hahha. I’m sorry.

It’s already February,you know,this is so fast. So I think I need to set a resolution to be tidy,clean and organized. While I have the messy nature, I think I have to discipline my self to change to be a better person.

I did some research, oh not really, I’m reading articles about related topic, found a good one in getorganizedwizard, I decided to pasted here, to remind that these are my to do list:

10 Ways To Be Neat, Tidy, And Organized – Every Day

  1. Make the bed. It sends a powerful message of order and self-care to your subconscious.
  2. Put things away after using them. Yes everything. If there’s no place to put something, throw out something you haven’t used in a while to make room.
  3. If you notice something broken and know you won’t repair it (be honest – you probably won’t), then discard or donate it immediately.
  4. Be alert for anything not used or loved and discard or donate it immediately. Keeping it is costing you time, space, energy, and mental clutter.
  5. Wipe down the kitchen sink, counters, and dining table after dinner. You’ll feel organized as you head to bed and when you get up in the morning.
  6. Load and run the dishwasher or wash the dishes after dinner. Dirty dishes are demoralizing.
  7. Quickly run a cordless vac over the kitchen and living-area floor. It’ll take just a few minutes, but will make a big difference to the way your home looks and feels.
    (I dont have the money to buy a cordless vac yet :D)
  8. Check whether anything needs replacing in your kitchen, bathroom, or office, and add items to your diary, shopping app, or to-do list.
  9. Re-fill coffee beans and water in the espresso machine. Do anything tonight that will ease morning stress tomorrow.  (I don’t have espresso machine)
  10. Put clothes in the hamper or hang them up to air after wearing, and put laundered or aired clothes away. Be kind to your clothes and shoes.

source : getorganizedwizard

Thanks for the good tips. I rely on Allah on how things gonna happen from now on, I hope Allah ridha on this.

So that’s my new resolution on how to be a better muslimah, because cleanliness is half of faith. Shame on me who just doing this.

Bismillah,

May Allah ease 🙂

Assalamu’alaikum and see you insyaa Allah 🙂

 

personal

my 2014 in review

Assalamu’alaykum 🙂

is it too late to post this? I hope it’s not.

Google+ being so lovely compiling my 2014 moments in a video, well more like photo-slides tho.

I’m surprised seeing the videos, I feel like 2014 disappeared in flash, but in reality it’s really a long time and in that 365 so many things happened.

This is what I can remember, I’ll write it on a list:

-On January, I had my thesis proposal being screened, failed 3 times. That was so stressful. Taking Japanese Level 3,meeting awesome classmates. Joined YISC. Going home for short vacay. Fira and Friend visited my place

– On February, I got hospitalized for the first time in the life. I got hospitalized at least 3 times in 2014.

– On March, struggling doing the thesis (oh not really ;p ). Ciciks’s Birthday.

– On April, Thesis Advisor said I should change my topic, Dad said he will remarried, bro having emotional instabilities. Connie’s married. Mbavina’s birthday

– On May, Dad remarried, I decided to extend my study time. Welcoming baby Raisya to the world 🙂

– On June, bestfriends graduated. I lost a close friend, I mean it doesn’t feel the same whenever she’s around. Who would have thought. I teach in Khalifah Kindergarten, Hanichu is the principal.  Japanese level 4, meeting wonderful classmates.

– On July. Bitter birthday. Eid al fitri, first time with step family, still awkward 😀

– On August. Mba Dian is married. Best friends graduation day. Bumen’s Maried to Abrar..yaiyyyyyy

– On September . Resigned from school to focus on thesis

– On October . Isolated the self in UI Library and the home to work on thesis. Regularly visited AQL with Annisa Firli. 🙂

– On November . Isolated and Caffeinated the self to get the thesis done.

– On December . Submitted the thesis. Waiting for defense schedule. Pass the defense on Dec 31 (and I was really defenseless that time)

Alhamdulillah for the year, for the experience, the lesson, for everything. 🙂

See you on next post insyaa Allah 🙂

master thesis journal · personal

Quick update

Assalamu’alaykum
I hope everyone’s is doing fine.
I finally submitted my master thesis at December 8, yaiy! All praise is to Allah 🙂
after this what? I surrender to Allah, He decides all and I’ll follow.
insyaa Allah I will have my defense on Dec 31, bismillahi tawakkaltu.

Lil bro fainted,got sick,having fever, fall from motorcycle, so we’re like regular visitors of hospital these past months, Alhamdulillah it’s nothing serious. My amateur guess is it was caused by psychosomatic, this boy is not used to campus life yet, and he’s basically homesick all the time. I was like him back then, so I mostly understand. Now he’s already home, leaving me alone in our rented house. O Allah,my Rabb, please protect me.

That’s all for now.
Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh 🙂

personal · sentimental note

Move on and Let Go

Assalamu’alaikum
kayaknya postingan-postingan beberapa bulan belakangan ini gloomy semua
mungkin ini saatnya hidup dalam kenyataan , kayak yang Haruto bilang “Let’s live in the now, not in the past”, melepaskan dan mengikhlaskan semua yang telah terjadi dan saatnya menata diri dan berusaha keras untuk apa yang akan menanti di depan sana,seperti kata Queen Elsa di lagunya “The past is in the past”.

Dan buat nambah satu quote lagi, ini dari Grouplove dalam lagunya Betty’s a bombshell

“It’s okay, all the suffering obliterate at speed. Don’t you wait, for the faster you let go, you will receive what you need”

See you again, insyaAllah 🙂