Tak Berkategori

Those empty feeling

Before moving to wordpress, I’m using blogspot pretty frequently, to blogwalk of course, not to write,but maybe the latter is right too because  I was more productive than my current state.

I think I’ve stopped blogwalking since I started my thesis writing process,almost 2 years ago. I also stop opening my blogspot account because I want a fresh start with this wordpress.

Suddenly, today, I’m missing those good old days, reading all blogs I grew up with (well pretty much that way), because I started reading them when I was teenager..

Sad things, most of them are not updated or removed, or url-changed..I can’t explain those empty feelings that swallow my heart, when I miss things very much but it’s nowhere to be found..

All memories of me reading the writing that touch my heart are playing in my head, very vividly. Those times when I feel downed but their blogs cheer me up, even they’re not related to me at all…

 

oooh, pardon my babbling about this sentimental crap..

probably blogging and blogwalking is not a ‘thing’ anymore..

everybody is vlogging now….uh

sentimental note

Suami yang seperti apa?

2013 kalau ga salah, seorang teman bertanya begini :

“Emang kamu mau suami yang kayak gimana, Rid?”

Waktu itu saya malamnya abis nonton video ustadz felix dan terinspirasi, jadinya saya jawab :

“Aku mau suami yang mencintai Allah lebih dari segalanya..”

Mendengar itu,kening teman saya malah berkerut..

“Lha kalo gitu dia ga cinta kamu dong?” Tanyanya balik..saya cuma ketawa, bingung juga menjelaskannya gimana..

Cinta pada makhluk, begitu cepat pudarnya. Seumur hidup udah sering lihat pasangan putus,cerai dan jadi saling membenci,padahal pada awalnya mereka begitu mencintai.

Tapi kalau ada cinta pada Allah di hati manusia, maka ia akan memperlakukan pasangannya dengan mulia, melindunginya dari aib, menjaga pandangannya dari yang tidak halal baginya..

Sampai sekarang saya masih mengharapkan kriteria pasangan yang sama, tapi diri ini masih kampret begini..ini mah ibarat pungguk merindukan bulan banget..huhu..

Sekarang do’anya, jikalau diberi Allah kesempatan bertemu di dunia,semoga saya dan jodoh jadi orang-orang yang selalu istiqomah memperbaiki diri..semoga di saat nanti dipertemukan dalam keadaan baik di mata Allah…aamiin

daily life

Pasar

Kalau di bukittinggi, ke pasar bisa jalan kaki. Ga deket,tapi ga jauh juga. Di sana jalan kaki enak, nyampe pasar aja ga keringetan, iteman sih iya kalo berangkatnya udah di atas jam 8 gitu. 

Jalan pulang,saya naik angkot, berat euy bawa belanjaan trus jalan kaki,hehe. Di angkot penuh ibu-ibu yang juga pulang belanja. Kami bertukar cerita tentang harga-harga komoditi pasar terkini *ceilah*

Kalau di depok, ke pasar harus naik kereta dulu..ihiyyy gaya ya *gaya apa?*

Berasa di luar negeri gitu, kemana-mana pake kereta dulu,bahkan cuma buat belanja ketumbar. (Tapi di luar negeri mana gitu? Maap ya diriku udik belum pernah keluar negeri 😁)

Intinya, effort yg dibutuhkan untuk ke pasar di sini lebih besar, menyeret diri keluar rumah, melewati tanjakan yahya nuih, jalan ke pocin, naik kereta ke depok baru, jalan lagi dikit..

Alasan kayak gitu yang saya pakai untuk comforting diri sendiri kalo wajar aja saya beli makan karena masak pun butuh usaha, atau pun belanja di gi*nt aja meski harganya sering bikin dompet teriris 😭

Tapi ya gabisa juga beli makan terus, harga makanan di depok terasa makin lama makin mahal pula..

Above all, alhamdulillah masih ada duit buat belanja,buat masak,buat makan. Adek saya makannya lahap. Kami alhamdulillah sehat.

Intinya apa? Ga tahu. Yang jelas saya bersyukur. Tapi saya kangen pasar bawah.

daily life

Masih ada yang khawatir

Setelah ibuk meninggal, bapak jadi banyak berubah. Gampang khawatir, gampang cemas, gampang panik..terutama dalam hal-hal yang menyangkut saya dan adek.

Misal kalau bilang sakit, biasanya akan terus-terusan ditelpon,disuruh minum ini-itu,makan ini-itu..

Pun kalau saya misalnya keluar rumah,hp mati, gabisa ditelpon..begitu sampai rumah dan hp nyala lagi, telepon yang masuk pertama kali adalah dari bapak yang marah-marah kenapa bisa hp saya mati,blablabla…ujung-ujungnya bapak narik napas dan berkata lirih “bapak cemas sekali tahu ndak”

Hiks, maaf ya pak…
Beberapa waktu yang lalu, pernah nonton video dokumenter wartawan us tentang anak-anak perempuan usia SMA yang menjajakan diri untuk compensated dating di Jepang…

Banyak sekali,berseragam semua dan sudah larut malam pula..dalam hati saya bertanya kenapa orangtuanya ga cemas nyariin?

Salah satu anak itu ditanya kenapa dia menjajakan diri..jawabannya cukup bikin hati ngilu dan kasian

I don’t have friends in the school, and it’s really complicated in my house too..no one needs me, I don’t know where I belong to..

 Kurang lebih begitu..

Sedih ya…

Dibalik itu semua saya jadi semakin bersyukur punya orang tua yang baik,yang begitu peduli pada anaknya..sungguh pak,buk,mi,takkan mampu diri ini membalas..

Alhamdulillah :’)

daily life · sentimental note

Pelajaran dari job-seeking

Assalamu’alaikum..

sekedar ingin update tentang hidup saya belakangan ini, demi jika ada umur nanti di masa depan, yang terjadi sekarang akan jadi pelajaran berharga dalam fase hidup saya.

First thing first, saya ga lulus beasiswa S3 yang saya apply, karena saya telat submit nilai toefl. Ini kesalahan saya, karena setengah-setengah dan kurang niat dalam ngerjain semua hal, termasuk ngurus beasiswa ini. Hikmahnya, saya harus beneran niat kalo ngelakuin sesuatu.

Karena ga lulus tadi, saya mendedikasikan diri saya untuk nyari kerja, terhitung dari bulan Agustus. Jadi kerjaan saya sekarang adalah mencari kerja,hihi. Sambil ikutan Kuliah Intensif Ekonomis Islam di UI, semacam short course lah.

Desak-desakan ikut job fair,apply sana sini, lulus administrasi ini,ini dan ini, ikut tes , lulus disini, gagal disana. Ninggalin tes ini, demi tes itu karena jadwalnya bersamaan tapi tes itu udah tahap 2…in the end, tes tadi ga lulus.

Jujur, saya ga pernah mengalami hal yang kayak gini sebelumnya. Lulus s1 saya ngajar PAUD, lulus s2 pun saya males-malesan nyari kerja. Bisa dihitung pake jari dalam satu tangan saya ngelamar dimana aja, itu pun karena diinfokan Bapak terus. Tapi, karena saya dari lama pengen masuk HS-sekolah tempat saya mengajar sebelumnya- (bahkan waktu masih kuliah aja saya udah ngelamar), saya ngotot apply, alhamdulillah keterima, dan tahapan tesnya pun ga panjang-panjang amat.

Sekarang, saya ngerasain nikmatnya rasa senang ketika baca nama tercantum sebagai peserta yang lulus tahap 1/2/3, ngerasain sedih dan kecewa ketika ga lulus di tahap tertentu, terakhir,yang paling menyiksa adalah perasaan bersalah dan insecure karena belum dapat kerja.

Tapi, dari semua proses yang saya (masih) alami itu, saya menarik beberapa pelajaran berharga :

Banyak yang butuh kerjaan

yang ngaggur banyak,yang nyari kerja banyak, yang ga puas sama kerjaannya sekarang banyak….banyak…dan saya tidak sendiri.

usia bukan batasan

percayalah, dari semua tes yang sudah saya ikuti, rata-rata pesertanya kelahiran tahun 94 dan 95,saya nelan ludah berkali-kali dan meringis dalam hati,ampun deh saya ketuaan ya buat nyari kerja, temen2 saya mah udah jd manager umur segini. Dingdong…aku salah..

di salah satu tes BUMN misalnya, saya kenalan dengan beberapa peserta yang lahir tahun 88,89,90…ada yang udah kerja tp diputus kontraknya, ada yang udah kerja tapi gajinya ga memadai untuk rencana masa depannya (misal :nikah)…bahkan di tes yang lain saya barengan dengan bapak-bapak usia 65 tahun yang udah pensiun lama dan karena beberapa hal terpaksa harus nyari kerja lagi…..trus saya masih ngerasa masalah hidup saya paling berat? ga lah ya.

Pantang menyerah

Sekali, dua kali,tiga kali gagal mah belum apa-apa. Sodara saya ada yang harus ngelamar ke 80 perusahaan dulu baru akhirnya dapat kerja, kalau gagal yang penting move on. Lamar terus ke yang lain padahal saya mah maunya dilamar  .

and after all, ini pastilah rencana terbaik dari Allah, kalau memang bukan rizqi saya, ya ga akan jadi punya saya….apapun itu, insyaa Allah saya tidak mau berputus asa dari rahmatNya 🙂

segini dulu, wassalamu’alaikum 🙂