daily life

Thing I took for granted

Assalamu’alaikum. Long time no see 😀

Kabar saya baik alhamdulillah, kalau kabarmu? :D.

Belakangan saya sibuk menikmati hidup di rumah. Mulai suka mengerjakan pekerjaan rumah, Terutama masak. Hmm,masaknya yang sederhana saja kok. Biasanya saya cuma masak sekitaran tahu,kangkung, ayam, terong, wortel, brokoli, dan telor. Senangnya, semua yang dibikin selalu dilahap habis oleh adek,padahal selama ini dia ga pernah suka sayur, Alhamdulillah 🙂

Tapi, lama-lama, saya rindu juga cabe giling pasar bawah. Waktu di Bukittinggi dulu, kalau mau masak, selalu ada tersedia di kulkas. Kangen sekali masak ayam atau ikan balado, dengan cabe itu. Bukannya ga bersyukur dengan budhe tukang sayur yang jualan tiap hari,lengkap,murah dan bikin aktivitas memasak jadi lebih mudah, tapi cabe giling yang beliau jual tidak cocok dengan lidah saya.

Kemudian saya jadi terbayang kepengen bunya blender. Kalau di rumah bapak, blender bisa dipakai sesukanya, dari mulai giling bumbu sampai bikin jus. Sekarang cuma bisa ngiler tuh ngeliat blender terpajang manis di supermarket, gabisa beli karena ga ada uang, dan blender bukan keperluan ‘urgent’.

Jadi, rasanya seperti sedang mengalami episode kehidupan dimana sesuatu itu terasa berarti ketika sudah tidak ada lagi di sisi kita.hiks *lebay*

Sekian dulu,sampai jumpa. 🙂

Sorry I took you for granted :’)